Cara Kerja Obligasi

 

Cara Kerja Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk mendapatkan dana dari investor. Sebagai gantinya, penerbit obligasi berjanji untuk membayar bunga (kupon) secara berkala dan mengembalikan pokok investasi saat jatuh tempo.


Tahapan Cara Kerja Obligasi

1. Penerbit Mengeluarkan Obligasi

  • Pemerintah atau perusahaan membutuhkan dana, jadi mereka menerbitkan obligasi dan menawarkan ke investor.
  • Obligasi memiliki nilai pokok, suku bunga (kupon), dan jangka waktu (tenor) tertentu.

2. Investor Membeli Obligasi

  • Investor membeli obligasi dengan memberikan dana ke penerbit.
  • Sebagai imbalan, investor mendapatkan sertifikat obligasi yang berisi detail jumlah pinjaman, kupon, dan jatuh tempo.

3. Investor Menerima Kupon Secara Berkala

  • Kupon adalah bunga yang dibayarkan secara bulanan, tiga bulanan, atau tahunan, tergantung ketentuan obligasi.
  • Ada dua jenis kupon:
    • Kupon tetap (fixed rate) → Bunga tetap sepanjang tenor.
    • Kupon mengambang (floating rate) → Bunga bisa berubah mengikuti suku bunga acuan.

4. Investor Bisa Menjual Obligasi di Pasar Sekunder (Opsional)

  • Jika obligasi bisa diperdagangkan, investor dapat menjualnya ke pihak lain sebelum jatuh tempo.
  • Harga obligasi bisa naik atau turun tergantung suku bunga dan permintaan pasar.

5. Penerbit Mengembalikan Pokok Saat Jatuh Tempo

  • Saat jatuh tempo, penerbit obligasi wajib mengembalikan dana pokok ke investor.
  • Investor mendapatkan keuntungan dari kupon yang telah diterima + modal awal yang dikembalikan.

Contoh Ilustrasi Investasi Obligasi

✅ Kamu membeli obligasi ORI023 senilai Rp10 juta dengan kupon 6% per tahun.
✅ Setiap bulan, kamu mendapatkan Rp50.000 (6% dari Rp10 juta dibagi 12 bulan).
✅ Kupon ini terus dibayarkan hingga jatuh tempo (misalnya 3 tahun).
✅ Setelah 3 tahun, pemerintah mengembalikan Rp10 juta modal awal ke rekeningmu.


Keuntungan Investasi Obligasi

Imbal hasil lebih tinggi dari deposito.
Dijamin penerbit (terutama obligasi pemerintah seperti ORI & SR).
Cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang.
Bisa diperjualbelikan di pasar sekunder (tergantung jenisnya).

Risiko Investasi Obligasi

Risiko suku bunga → Jika suku bunga naik, harga obligasi bisa turun di pasar sekunder.
Risiko gagal bayar (default) → Jika perusahaan penerbit bangkrut, ada kemungkinan obligasi tidak dibayar (tidak berlaku untuk obligasi pemerintah).

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement